Tidak dipungkiri teknologi komunikasi dari masa ke masa semakin berkembang pesat, yang tidak lain bertujuan untuk memudahkan segala urusan manusia termasuk dalam bidang jurnalistik yang menjadi sumber berita dan informasi. Ada berbagai indikator mengenai kemajuan dalam dunia jurnalistik.
Media konvensional seperti tv, koran dan lain sebagainya kini ditemani dengan hadirnya media online atau portal berita online yang mewarnai dunia kejurnalistikan tentu ini adalah ciri dari pengaruh perkembangan teknologi komunikasi terhadap jurnalistik.
Akan tetapi semakin canggih teknologi tidak hanya menghasilkan media online. kini muncul gaya jurnalistik baru yang biasa disebut dengan Citizen Journalism. Gaung dari citizen journalism dalam beberapa tahun terkahir ini semakin akrab di telinga. Khususnya di Indonesia. Apa itu Citizen Journalism ?
Seperti yang dikutip dari wikipedia
"Jurnalisme warga (bahasa Inggris: citizen journalism) adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita. Tipe jurnalisme seperti ini akan menjadi paradigma dan tren baru tentang bagaimana pembaca atau pemirsa membentuk informasi dan berita pada masa mendatang."
Banyak platform media yang menyediakan konten khusus untuk citizen journalism. Beberapa diantaranya seperti rubrik surat pembaca di media cetak, laporan kejadian melalui telepon atau sms di radio, bahkan di televisi kita bisa menjumpai konten citizen journalism seperti yang disediakan oleh Net Tv dalam acara Citizen Journalism, Kompas TV dalam acara Kompasiana atau Metro Tv dalam acara Jurnalisme Warga.
Bahkan merambat ke media online seperti twitter, yang dimana seseorang warga biasa dapat melaporkan kejadian yang terjadi disekitarnya untuk di mention kepada akun-akun media yang ada di Twitter seperti PRFM yang ada di Bandung. Media online jelas memberi ruang yang lebih banyak untuk citizen journalism diarenakan platform ini bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja. Ini merupakan gambaran singkat dari media apa saja yang bisa menunjang pergerakan citizen journalism itu sendiri. Lalu Bagaimana asal mula lahirnya Citizen Journalism ?
Lahirnya konsep citizen journalism sangat berkaitan erat denngan gerakan Civic Journalism atau disebut dengan istilah Public Journalism (jurnalisme publik) Amerika Serikat setelah pemilihan presiden tahun 1988. Gerakan jurnalisme publik ini muncul karena krisisnya kepercayaan publik Amerika terhadap media-media mainstream dan kekecewaan terhadap kondisi politik saat itu (Kusumaningati, Imam FR, 2012: 7).
Berawal dari pergerakan masyarakat Amerika Serikat, kini konsep citizen journalism menular hampir di setiap lini aktivitas sehari-hari. Citizen Journalism dominan bukan berprofesi sebagai jurnalis profesional, namun seorang warga biasa akan tetapi bisa membagi informasi pada khalayak luas untuk pertama kali. Disinilah peran penting dari citizen journalism, yaitu kecepatan.
Berawal dari pergerakan masyarakat Amerika Serikat, kini konsep citizen journalism menular hampir di setiap lini aktivitas sehari-hari. Citizen Journalism dominan bukan berprofesi sebagai jurnalis profesional, namun seorang warga biasa akan tetapi bisa membagi informasi pada khalayak luas untuk pertama kali. Disinilah peran penting dari citizen journalism, yaitu kecepatan.
Adapun perkembangan Citizen Journalism di Indonesia dipicu ketika pada tahun 2004 terjadi tragedi Tsunami di Aceh yang diliput sendiri oleh korban tsunami. Terbukti berita langsung dari korban dapat mengalahkan berita yang dibuat oleh jurnalis profesional.
Pada tahun 2008 muncul situs berita yang berbasis jurnalisme masyarakat yang pertama di Indonesia, yaitu Swaberita. Berbeda dengan situs berita lainnya seperti detikCom. okezone.com dan Kompas.com yang menggunakan jurnalis profesi.
Semakin maraknya Citizen Journalism khususnya di Indonesia karena jumlah jurnalis di Indonesia kemungkinan tidak bisa mengcover semua kejadian yang terjadi. Ini tentu dikarenakan wilayah Indonesia yang begitu luas, juga memiliki ribuan pulau yang kebanyakan akses komunikasi ataupun sarana prasana publik seperti jalan yang masih belum tersedia dengan baik, sehingga tidak memungkinkan seorang jurnalis profesional bisa datang ketempat yang terpencil dengan cepat saat terjadi suatu bencana atau kejadian.
Pada tahun 2008 muncul situs berita yang berbasis jurnalisme masyarakat yang pertama di Indonesia, yaitu Swaberita. Berbeda dengan situs berita lainnya seperti detikCom. okezone.com dan Kompas.com yang menggunakan jurnalis profesi.
Semakin maraknya Citizen Journalism khususnya di Indonesia karena jumlah jurnalis di Indonesia kemungkinan tidak bisa mengcover semua kejadian yang terjadi. Ini tentu dikarenakan wilayah Indonesia yang begitu luas, juga memiliki ribuan pulau yang kebanyakan akses komunikasi ataupun sarana prasana publik seperti jalan yang masih belum tersedia dengan baik, sehingga tidak memungkinkan seorang jurnalis profesional bisa datang ketempat yang terpencil dengan cepat saat terjadi suatu bencana atau kejadian.
Maka dari itu dengan adanya platform media yang semakin mendukung, diharapkan warga mampu membagi kejadian disekitarnya seupdate mungkin. Bukan menuntut semua warga untuk menjadi jurnalis profesional. Namun, lebih pada mengajak masyarakat untuk berperan aktif membagikan informasi yang ada di sekitarnya.
Selain kecepatan, ada satu lagi yang menjadi peran penting dari citizen journalism, yaitu lokalitas. Lokalitas lebih merujuk pada apa saja yang terjadi di daerah yang bisa diangkat sebagai suatu sumber informasi. Hal ini memiliki nilai yang baik karena menjadi ketertarikan masyarakat atau publik.
Ketika kita mengangkat suatu peristiwa atau tempat unik yang ada di daerah kita, dalam hal penyajian akan sangat berbeda dengan jurnalis profesional. Hal ini dikarenakan kita mengalami dan merasakan sendiri apa yang terjadi di lingkungan kita. Sedangkan bagi jurnalis itu sendiri, mereka bisa saja belajar untuk mengalami dan merasakan, namun hasilnya pasti akan berbeda karena konteksnya mereka belajar. Berbeda dengan kita yang memang mengalami suatu kejadian di daerah kita terus-menerus.
Inilah mengapa pada akhirnya muncul fenomena citizen journalism, khusunya di Indonesia. Akan tetapi kita harus selektif dalam memlikih berita, karena yang sifatnya cepat tentu memiliki kekurangan. biasakan untuk check and recheck segala informasi yang beredar agar tidak terjadi kesalah-pahaman.
Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Jurnalisme_warga
2. http://media.kompasiana.com/new-media/2012/04/20/citizen-journalism-apa-dan-bagaimana-
3. http://www.romelteamedia.com/2014/05/dasar-dasar-jurnalisme-warga-citizen.html
Selain kecepatan, ada satu lagi yang menjadi peran penting dari citizen journalism, yaitu lokalitas. Lokalitas lebih merujuk pada apa saja yang terjadi di daerah yang bisa diangkat sebagai suatu sumber informasi. Hal ini memiliki nilai yang baik karena menjadi ketertarikan masyarakat atau publik.
Ketika kita mengangkat suatu peristiwa atau tempat unik yang ada di daerah kita, dalam hal penyajian akan sangat berbeda dengan jurnalis profesional. Hal ini dikarenakan kita mengalami dan merasakan sendiri apa yang terjadi di lingkungan kita. Sedangkan bagi jurnalis itu sendiri, mereka bisa saja belajar untuk mengalami dan merasakan, namun hasilnya pasti akan berbeda karena konteksnya mereka belajar. Berbeda dengan kita yang memang mengalami suatu kejadian di daerah kita terus-menerus.
Inilah mengapa pada akhirnya muncul fenomena citizen journalism, khusunya di Indonesia. Akan tetapi kita harus selektif dalam memlikih berita, karena yang sifatnya cepat tentu memiliki kekurangan. biasakan untuk check and recheck segala informasi yang beredar agar tidak terjadi kesalah-pahaman.
Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Jurnalisme_warga
2. http://media.kompasiana.com/new-media/2012/04/20/citizen-journalism-apa-dan-bagaimana-
3. http://www.romelteamedia.com/2014/05/dasar-dasar-jurnalisme-warga-citizen.html


0 comments:
Post a Comment