Sejak kecil kami dididik dengan hitungan nilai dan deretan angka di rapor.
Orang tua, Guru-guru dan pepatah selalu mengajarkan dan menjungjung tinggi kejujuran. Tapi mereka lupa disini kami selalu dihargai dengan nilai.
Maka jangan heran jika banyak orang berlomba-lomba mengejar nilai bahkan dengan menempuh segala cara. Karena dengan itulah seseorang dianggap dihargai, meski bukan satu-satunya cara untuk dihargai.
Nilai memang bukan segalanya, tapi segalanya membutuhkan nilai.
Betapa bangga orang tua jika anaknya mendapat rangking.
Betapa bangga ketika kami bisa masuk sekolah unggulan.
Tapi mereka lupa bahwa untuk masuk disekolah unggulan atau perguruan tinggi ternama yang dilihat tentulah berdasarkan nilai.
Nilai menjadi tolak ukur "dimana" tempat kami belajar. Untuk lulus SD pun nilai menjadi syarat. Apalagi untuk masuk perguruan tinggi?
Lihat betapa banyak kawan pintar yang berprestasi disanjung guru. Lihat betapa banyak kawan pintar yang memiliki banyak teman. Dan lihat betapa banyak yang memperhatikan dan memberi perhatian kepada kawan yang lebih dalam hal akademis.
Lalu salahkah jika kami menganggap nilai menjadi bentuk penghargaan seseorang?
Ayah, ibu, guru-guru atau dosen sekalipun..
Tanamkan arti menuntut ilmu bukan menuntut nilai sedini mungkin. Sehingga kami tidak melakukan apapun demi nilai.
Tapi menghargai setiap detik untuk menuntut ilmu, meski hanya secuil yang kami dapat.
Ajarkan kepada kami tentang arti kerja keras dan menghargai proses, jangan menuntut atau membedakan kami hanya dari nilai.
Ajarkan kami untuk berusaha semaksimal dan sebaik mungkin sehingga kami menghargai apapun hasilnya nanti.
Ajarkan kami untuk tahu pentingnya memiliki ilmu dibanding memiliki nilai besar, sehingga kami pandai mensyukuri.
Sudah tahunan bahkan belasan tahun waktu yang kami habiskan dibangku sekolahan, belajar A sampai Z, dari matahari terbit hingga terbenam.
Ajarkan kami bahwa ilmu lebih utama dibandingkan nilai. Sehingga berapa lamapun waktu yang kami habiskan, bukan menjadi kesia-siaan.
Kawan, nilai memang menjadi hal penting, sehingga waktu tidurpun tersita untuk belajar, rela begadang semalaman, atau rela tidak bermain hanya untuk sebuah nilai. Tapi kawan, yang lebih penting adalah berusaha semampu yang kita bisa.
Nilai memang salah satu penentu karir dan masa depan. Hanya "salah satu". Sehingga tidak sedikit orang yang nilainya biasa saja bahkan cenderung pas-pasan menjadi orang yang sukses.
Jadilah orang jujur yang bermanfaat, miliki dan sebarkan ilmu.
Ingat, jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tidak dibawa mati.
Bandung, 1 desember 2015
-SA-
Orang tua, Guru-guru dan pepatah selalu mengajarkan dan menjungjung tinggi kejujuran. Tapi mereka lupa disini kami selalu dihargai dengan nilai.
Maka jangan heran jika banyak orang berlomba-lomba mengejar nilai bahkan dengan menempuh segala cara. Karena dengan itulah seseorang dianggap dihargai, meski bukan satu-satunya cara untuk dihargai.
Nilai memang bukan segalanya, tapi segalanya membutuhkan nilai.
Betapa bangga orang tua jika anaknya mendapat rangking.
Betapa bangga ketika kami bisa masuk sekolah unggulan.
Tapi mereka lupa bahwa untuk masuk disekolah unggulan atau perguruan tinggi ternama yang dilihat tentulah berdasarkan nilai.
Nilai menjadi tolak ukur "dimana" tempat kami belajar. Untuk lulus SD pun nilai menjadi syarat. Apalagi untuk masuk perguruan tinggi?
Lihat betapa banyak kawan pintar yang berprestasi disanjung guru. Lihat betapa banyak kawan pintar yang memiliki banyak teman. Dan lihat betapa banyak yang memperhatikan dan memberi perhatian kepada kawan yang lebih dalam hal akademis.
Lalu salahkah jika kami menganggap nilai menjadi bentuk penghargaan seseorang?
Ayah, ibu, guru-guru atau dosen sekalipun..
Tanamkan arti menuntut ilmu bukan menuntut nilai sedini mungkin. Sehingga kami tidak melakukan apapun demi nilai.
Tapi menghargai setiap detik untuk menuntut ilmu, meski hanya secuil yang kami dapat.
Ajarkan kepada kami tentang arti kerja keras dan menghargai proses, jangan menuntut atau membedakan kami hanya dari nilai.
Ajarkan kami untuk berusaha semaksimal dan sebaik mungkin sehingga kami menghargai apapun hasilnya nanti.
Ajarkan kami untuk tahu pentingnya memiliki ilmu dibanding memiliki nilai besar, sehingga kami pandai mensyukuri.
![]() |
Ajarkan kami bahwa ilmu lebih utama dibandingkan nilai. Sehingga berapa lamapun waktu yang kami habiskan, bukan menjadi kesia-siaan.
Kawan, nilai memang menjadi hal penting, sehingga waktu tidurpun tersita untuk belajar, rela begadang semalaman, atau rela tidak bermain hanya untuk sebuah nilai. Tapi kawan, yang lebih penting adalah berusaha semampu yang kita bisa.
Nilai memang salah satu penentu karir dan masa depan. Hanya "salah satu". Sehingga tidak sedikit orang yang nilainya biasa saja bahkan cenderung pas-pasan menjadi orang yang sukses.
Jadilah orang jujur yang bermanfaat, miliki dan sebarkan ilmu.
Ingat, jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tidak dibawa mati.
Bandung, 1 desember 2015
-SA-

