Setiap manusia diberikan akal untuk berpikir. Itulah yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang lain. Dengan berpikirlah semua hal yang ada dalam diri manusia digerakkan. Semua perbuatan yang manusia lakukan-pun bermula dari pikiran. Maka pikiran manusia adalah hal yang amat sangat penting, karena ia adalah pusat pengatur pada diri setiap manusia. Namun semakin hari semakin nyata perlawanan yang menjadikan pikiran manusia sebagai sasaran utama dalam menghancurkan sebuah negara bahkan agama. Ialah Ghazwul Fikri, perang yang tanpa banyak disadari mulai mengakar dan beranak pinak yang melesat dari berbagai arah terhadap seluruh sendi kehidupan manusia. Sebagai strategi baru menghancurkan agama yang rahmatan lil alamin ini.
Sungguh Ghazwul Fikri atau perang pemikiran inilah yang sedang berkembang bahkan sedang disebar secara gencar-gencaran oleh musuh-musuh Islam, musuh-musuh Allah SWT. Yang setiap saat mengintai seluruh umat muslim sejak dulu, bahkan semakin terlihat jelas di zaman sekarang. Dan sasaran mereka adalah seluruh umat islam, terutama mereka yang sangat awam dalam pemahaman agama. Apalagi pemuda yang masih mencari jati diri, maka merekalah sasaran empuk penanaman paham menyesatkan dan ngawur ini. Namun kini efek Ghazwul Fikri bukan hanya menyerang anak-anak muda, bahkan mereka yang masih usia belia menjadi korban dari sasaran perang pemikiran ini. Jarang kita temukan acara di TV yang menanamkan kebaikan atau pengetahuan tentang agama Islam. Justru hampir semua tayangan di televisi menyeret jauh akhlak seorang muslim. Maka inilah yang terjadi, musuh-musuh islam mencoba menggiring umat islam menjauhi agamanya sendiri.
Muslim yang menelan mentah-mentah apa yang tersaji didepan mereka, maka merekalah santapan termudah atau sasaran empuk bagi para penebar GF. Merekalah yang mudah dihasut dan digiring dalam berbagai opini kekeliruan. Dan pada realita yang ada, muslim yang kurang dalam paham agama bahkan hanya mengatas namakan beragama islam yang biasa disebut dengan islam KTP adalah mayoritas muslim yang ada di Indonesia. Meski muslim di Indonesia adalah jumlah terbesar di dunia, namun mayoritas pemahaman agama nya dapat dikata kanmasih kurang. Justru inilah yang menambah kekuatan dan semangat para penyebar Ghazwul Fikri dalam menyebarkan paham-paham kelirunya. Karena tujuan utama mereka adalah mengacurkan agama Islam hingga keakar-akarnya.
Maka kita dihadapkan dengan dilema mengenai asal-usul kita sebagai kaum muslimin yang semakin hari semakin jauh dari muslim yang sesungguhnya. Dari mulai pemikiran, perilaku juga sikap yang kian tergerus bahkan terbawa zaman yang menjauh dari ajaran agama Islam. Semua berasalan penyesuaian dan menyesuaikan zaman, padahal agama adalah hal yang tidak bisa di tawar-menawar. Karena agama islam adalah pedoman hidup yang menyeluruh yang berasal dari Allah SWT, Dia Yang Maha Pencipta dan Yang Maha Tahu.
Kebanyakan muslim menjadi diam seakan kehilangan keberanian dan kebanggaan terhadap agamanya. Melihat fenomena mengkhawatirkan dianggap biasa, melihat islam dikerdilkan diabaikan, bahkan diam melihat saudara sesama muslim terdzalimi. Sungguh keimanan yang mulai tergadaikan dan patut dipertanyakan kemana keimanan yang ada pada diri seorang muslim. Semua mulai termakan perang pemikiran yang mengatas namakan logika, yang menjungjung tinggi hak asasi manusia. Memutar balikan kebenaran dan mengombang-ambingkan keimanan. Paham-paham yang disebarkan dalam perang pemikiran ini sungguh sangat keliru, mereka menanamkan bahwa agama Islam adalah agama yang tertinggal, tidak modern, tidak masuk akal atau logika, sehingga harus dikaji ulang agar bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Padahal sesungguhnya Islam adalah agama orang yang berfikir karena islam mengajarkan manusia untuk menggunakan akal. Sejarah mencatat bahwa orang-orang islam lah yang menemukan berbagai penemuan besar di dunia. Ilmuan-ilmuan muslim lah yang telah menemukan berbagai penemuan hebat, yang merubah peradaban dunia hingga berkembang pesat seperti saat ini. Misalnya Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi penemu dan pencetus Al-jabar sehingga disebut Bapak Al-Jabar atau Ibnu Sina yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran Modern. Sesungguhnya mereka, muslimlah yang membuka dunia yang penuh tanda tanya dengan penemuan dan pencetusan ilmu-ilmu. Namun kenyataan inilah yang diabaikan para penyebar Ghazwul fikri bahkan kenyataan atau sejarah ini jugalan yang sering luput dari pandangan muslim itu sendiri.
Sehingga banyak muslim yang kehilangan jati diri dan kepercayan diri nya terhadap agamanya, juga hilangnya kebanggaan terhadap agama islam, yang kemudian menjadi pintu lebar yang mudah dimasuki oleh paham keliru yang disebarkan di dalam perang pemikiran ini. Padahal dari Islamlah semua bermula sehingga maju dan berkembang pesat. Peran Islam sangatlah penting terhadap kemajuan dan perkembangan teknologi. Sudah sepatutnya kita bangga menjadi seorang muslim. Yang tidak mudah terhasut oleh paham-paham menyesatkan.
Islam adalah agama yang sempurna, agama yang membawa kebaikan didunia dan akhirat. Maka seharusnya kita sebagai umat muslim jangan merasa takut dan gentar untuk melawan perang pemikiran yang mengerikan ini. Jangan berdiam diri melihat kesesatan merajarela mencerderai ajaran islam yang sempurna. Kita mempunyai akal untuk berpikir dan melawan perang pemikiran. Mari satukan tekad lawan Ghazwul Fikri dengaan mencari ilmu kemudian menyebarkanya, dengan saling mengingatkan terhadap sesama muslim jika keliru, dengan menanamkan kebanggaan diri terhadap agama islam, dengan .
Seorang muslim dituntut berpikir yang berpedoman terhadap Al-Quran dan As-Sunnah yang tidak ada keraguan didalamnya. Maka sebagai muslim yang berpedoman terhadap yang pasti tanpa keraguan dituntut untuk tidak ragu, apalagi membela agama islam, membela di jalan Allah SWT. Maka surga baginya. Dan percayalah akan ada waktunya Islam pada tingkat kejayaan atau pada masa kejayaanS. Dan semoga kita termasuk kedalam bagian yang mengantarkan Islam menuju kejayaan itu. Oleh karena itu janagan berdiam diri. Aamin ya Rabbal alamin. (Syifa Azzahra)


0 comments:
Post a Comment